Wamen Tinjau Pemberian Makan Bergizi Gartis ke Masyarakat di Purwakarta

oleh -116 Dilihat

Garisjabar.com- Wamen Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau langsung Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purwakarta.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) melakukan langkah konkrit melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di wilayah Purwakarta.

Hal ini, dalam upaya mengatasi masalah gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, juga balita usia prasekolah.

Program ini untuk memastikan bahwa ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang dianggap krusial untuk mencegah stunting.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengatakan bahwa pelaksanaan program ini telah dimulai di SPPG Purwakarta.

“Kami melihat langsung bagaimana pelaksanaan makan bergizi gratis ini, yang sebagian besar diterima oleh ibu hamil dan ibu menyusui, serta beberapa balita,” kata Ratu Ayu. Rabu (26/2/2025).

Dalam program ini, makanan bergizi dibagikan kepada masyarakat dengan teknis yang lebih efisien.

Selain itu, salah satu perubahan yang diimplementasikan adalah penggunaan nampan yang dapat dipindahkan ke piring masing-masing untuk memudahkan konsumsi dan menghindari menunggu lama, mengingat kondisi ibu hamil atau menyusui yang terkadang mual atau tidak bisa makan terlalu lama.

BKKBN juga berkolaborasi dengan Badan Geospasial Nasional (BGN) untuk melibatkan kader-kader yang membantu menyalurkan program ini.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ini dapat diakses lebih banyak ibu hamil dan ibu menyusui, terutama di daerah yang belum tercakup oleh posyandu yang hanya tersedia beberapa kali dalam sebulan.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga juga berupaya memastikan pendataan yang akurat untuk menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang benar-benar membutuhkan.

Menurutnya, dengan sistem pendataan keluarga, informasi mengenai jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia prasekolah yang ada di sekitar SPPG dapat diperoleh secara tepat, sehingga distribusi makanan bergizi dapat tepat sasaran.

“Dengan pendataan keluarga yang kami miliki, kami tahu siapa yang berhak menerima bantuan ini dan siapa yang membutuhkan gizi. Ini sangat penting agar tidak ada yang tertinggal dan program ini dan benar-benar membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Ratu Ayu.

Tantangan dan Target Program

Ratu Ayu juga menyampaikan bahwa target program MBG akan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing SPPG, yang berkisar antara 3.000 hingga 3.500 orang. Tentu saja, keberhasilan program ini akan bergantung pada kondisi dan kapasitas setiap SPPG di wilayah tersebut.

Meski sudah ada banyak kemajuan, pelaksanaan program ini tidak tanpa tantangan. Pemerintah terus berusaha mengatasi kendala di lapangan, seperti logistik dan kesesuaian antara data dan kebutuhan masyarakat, untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan lancar dan efektif.

“Semua kementerian perlu berkolaborasi untuk suksesnya program ini. Kami berharap agar program MBG ini dapat mencapai lebih banyak ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, karena masa 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa yang sangat krusial untuk mencegah stunting dan memupuk generasi yang sehat,” ucapnya.

Kata Ratu Ayu, program ini merupakan bagian dari upaya besar Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup ibu serta anak-anak di Indonesia.

Hal ini, dengan terus bekerja sama, pemerintah berharap dapat memenuhi target pemberian gizi yang lebih merata, mencegah stunting, dan memastikan kesejahteraan ibu dan anak di seluruh negeri. (Rsd)